Mereka; tokoh yang berperan di dunia sastra Indonesia. Dan Indonesia diharapkan punya seorang bahkan banyak sosok yang bisa meneruskan mereka. Lantang dan berani. Dan semoga itu kami. Dan sekali lagi, ayo kita berjuang, karena kita adalah amunisi bangsa.

Ku Lihat

ku lihat kau menuruni Daaruka Muqoomah wahai jelita
diantara bayangan 100 tahun thuba yang menaunginya
di atas Arsy Ar Rahman kau enggan menyapa
di pagi ini pun rindu ulangi kesalahan yang sama

... di pelupuk ksah terbentang misik dua dunia
bersama kita teguk secawan salsabil diwajahnya
angin bertanya milik siapakah istananya ?
dan ku kira aku lah orangnya

“ku kira aku lah orangnya”

Sigit Prammono
January 24