Mereka; tokoh yang berperan di dunia sastra Indonesia. Dan Indonesia diharapkan punya seorang bahkan banyak sosok yang bisa meneruskan mereka. Lantang dan berani. Dan semoga itu kami. Dan sekali lagi, ayo kita berjuang, karena kita adalah amunisi bangsa.

Relakan

Bila suatu nanti
Aku tak urung datang kembali
Berarti sudah habis waktu ku menemani
Dikau yang ku sayangi

Bila suatu hari
Engkau terkenang
Apa yang pernah kita alami
Anggap saja aku adalah teman
Yang menemani dikala engkau sendiri,
Menyepi

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Semuanya 'tak Dapat Berubah

Matahari...
akan terbit dari timur...
pada pagi hari...
akan tenggelam di barat...
pada sore hari...

Makhluk hidup...
akan lahir...
akan tumbuh...
akan dewasa...
dan tentunya mati...

Tapi...
Apakah hal ini juga akan terjadi pada perasaan seseorang...
rasa cinta...
rasa benci...
rasa senang...
rasa sedih...
rasa kecewa...

Jikalau kau mampu mengubah sesuatu yang pasti maka engkau pastilah tuhan...
tapi benarkah itu???
setauku Tuhanku hanya satu yang ta seenaknya mengubah sesuatu yang sudagh pasti...
Namun jikalau kau mampu tuk mengubah keadaan perasaanmu...
kau adalah manusia sejati yang tidak tergantung pada perasaan yan gterkadang menghanyutkanmu terlalu jauh kadalam khayalan - khayalanmu

Terserah kamu...
mo mengubah sesuatu yang pasti tidak bisa diubah...
atau mengubah sesuatu yang sebenarnya sangat mudah tuk diubah salkan ada kemauan...

Yang lainnya hanyalah bumbu - bumbu saja...
Jangan terlalu kau pedulikan
Karya: Kebo Ireng
16 Maret 2010
Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Kapan Kaukah...?

Kaukah...?
Yang membelah malam dengan langkah
Yag menata gudang-gudang resah

Kaukah Ratuku...?
Akan mengusap bentangan cerita sedu
Berdiri dari yang datang sampai yang terbang padaku

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Terciptanya Sebuah Tembok

Kenapa harus tercipta sebuah tembok
Yang hanya membatasi
Yang hanya mengitari
Yang hanya memisahkan

Kenapa tercipta tembok
Yang menjadi sumber perpecahan
Yang menjadi ajang permusuhan
Yang menggagalkan persatuan

Tembok semestinya adalah
Pengayom
Pelindung
Penghangat

Bukan sebagai
Pemisah
Pembatas
Pengurung...

Kapan tembok - tembok ini akan runtuh??
Ketika sang penguasa tiba???
Ketika sang penguasa hadir???

Jangan kau kotori tangan "Big Bos" hanya tuk
Menghancurkan tembok
Meruntuhkan tembok
Melenyapkan tembok
Karya: Kebo Ireng
23 Febuari 2010

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Bangsat

Bangsat benar dia berani ambil hatiku
Sekarang dia buang...
Ancuk...
Asuw...
Bangsat...

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Balada Seorang Penyair

Dari nyanyian-nyanyian sumbang
Dari nada tak kenal irama
Masih terselip sebuah kata

Apa kata Pujangga?
Atau apa kata bunyi beethoven?
Cuma jalinan keselarasan
Mempadukan melodi dengan cinta

Cukup jangan pula dibentang luaskan
Tentang tenggelamnya sajak usang
Apalagi cerita hasutan !!!
"Menari dibalik layar Kembang"

Beri juga aku ruang
-Tetap-

Kerana Aku
Adalah Jarak antara Kertas dengan Pena
Karya: Denny Hirata Olenka
10 Febuari 2010

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Kelam

Tak ada titik temu
Hanya untaian benang yang meracau....

Sedang meratapi waktu
Hanya bisa termangu

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Rahasia Rasa

Asin...
Pasti garam...???

Manis...
Pasti gula...???

Masam...
Pasti asam...???

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Ketika Harus Memilih

Ketika ku kecil inginku menjadi remaja
Ketika ku remaja inginku menjadi dewasa
Ketika ku dewasa inginku menjadi tua
Ketika ku jadi tua inginku mati masuk surga

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

INA

Hidup mati hanya dalam dekapan kesedihan

penderitaan

Peluh keringat darah membasahi tanah
bak air mengalir bercucuran
berjatuhan.

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Kerinduan

Engkau adalah kabut puncak di pagi hari
Jadikan embun yang menempel di daun hati

Aku kedinginan,
Walau itu ku nikmati

Indah

Engkau adalah madu yang murni
Hingga ku rela

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Kau adalah Langit dan Awan

Kala mata menatap langit
Kulukiskan senyummu dengan mega yang putih
Sembari menunggu mega hitam untuk rambutmu yang terurai

Tapi aku bingung menambahkan cerahnya wajahmu
Dan mataharipun datang untuk membantuku
Sempurnalah wajahmu disana

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Bangkitlah Api Jiwa

Wahai Jiwa....
Mengapa engkau mengeluh tanpa kata,
Melebur dalam asa dan rasa
Dengan kesedihan yang tak ada habis-habisnya
Padahal masih panjang waktu untuk berkarya

Wahai Jiwa...
Di mana semangatmu yang membara
Yang bisa meleburkan besi dan baja
Jangan hanyut dalam nadi angan dan mimpi belaka

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Pertiwi Negeri

Ibu Pertiwi bersedih..
Dia menangis..
Dia menjerit..
Dia terluka..

Menyaksikan anak2 nya saling senggol..
Sikut..
Dan sikat..
Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Untuk yang Selalu Dianggap Orang Ke- 3

Sampai-sampai hingga detik ini aku masih menahan nafas! Bukan kerena mau mati! tapi nyali yang mereka miliki ternyata sungguh lebih hebat dari harimau kesiangan! Ini tentu bukan tujuan biasa. Tandasku yang selalu berhembus dari urban birokrasi.

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Sekali Lagi Aku Berkata

Sekali lagi aku berkata untuk ke sekian kalinya
bahwa hidup ini hanya kepingan yang perlu di tata rapi
agar bisa membentuk sesuatu yang indah
tapi aku tidak punya keberanian untuk membentuk sesuatu sehingga bahagia cuma angan

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Wejangan

Wejangan...
tanpa cela...
penuh makna...

Wejangan...
membekas di sanubari...
tak beranjak pergi...

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Abu-Abu

Aku hidup di dunia abu-abu
Semua terasa meragukan
Tapi yang dilakukan haruslah
Membuat keputusan yang tepat
Yaitu menjadikan abu-abu putih ataukah hitam

Karya: Kristanto Sasongko Adji
10 Januari 2010

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Bingung Tentang Perasaan

Kala ini aku berusaha membunuh perasaan
Dari Dunia yang serba tanah dan air ini

Kadang aku inginkan perasaan ingin mengubur perasaan dengan tanah
Kadang juga ingin menenggelamkan perasaan dalam air

Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011

Bunga Negeriku

Bagiku kalian hanyalah sekumpulan bunga yang telah layu...
Kalian telah lupa pada kodrat kalian sendiri....

Tingkah busuk kalianlah yang menjatuhkan harga diri kalian, yang sebenarnya tercipta sangat mengagumkan....

Kini kalian elah membusuk.......layu,berguguran...tak lagi menebarkan wangi yang menyejukkan hati.......

Karya: Bunga Hitam
10 Januari 2010
Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Kamis, April 14, 2011