Mereka; tokoh yang berperan di dunia sastra Indonesia. Dan Indonesia diharapkan punya seorang bahkan banyak sosok yang bisa meneruskan mereka. Lantang dan berani. Dan semoga itu kami. Dan sekali lagi, ayo kita berjuang, karena kita adalah amunisi bangsa.

Tampilkan postingan dengan label Sigit Prammono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sigit Prammono. Tampilkan semua postingan

Di Luar Sana

Di luar sana langit membeku
Di sini terdiam nyaris ku membiru
Haruskah ku sapa wahai kau rindu ?

Sigit Prammono
September 9, 2012
Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Minggu, September 16, 2012

Bukan Belanda

Ibu, esok negeri ku telah dewasa
Wibawa menghilang entah kemana
Fakir bertanya kapan kita "merdeka" ?
Ya setidaknya mereka bukan belanda

Sigit Prammono
August 17, 2012
Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Minggu, Agustus 19, 2012

Sebelum malam


Sebelum malam yang kan hapuskan mu,sebelum keangkuhannya sembunyikan cantik mu,dan biru mu terselimuti oleh hitamnya,dengarkan syair ku tentang mu. “ kau yang dulu telah salah memilih taman untuk merekahkan diri,kini bebas dan lukislah hidup mu sendiri.di sini aku kan menikmati kisah mu di langit-langit desember meski bukan aku penulisnya ”

Sigit Prammono
March 15, 2012
Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Minggu, Maret 18, 2012

Ku petik awan


Ku petik awan dari langitnya
Zabaniyah berseru rajam olehnya
Merenda gundah aku dibuatnya
Rindukan nisan tak bernama

Sigit Prammono
February 12, 2012
Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Minggu, Februari 19, 2012

Senja Ku Sayang Seja Ibu Ku

Dari rahim sang senja aku dilahirkan
dibesarkan oleh malam,dan dikisahkan oleh siang
teringat di pangkuannya yang menenangkan
... dan jemari masa lalu membelai ku rindu

mempelai siang mendewasa menuju pelaminan
rambut ikalnya terurai bebas,memang cantik
ia tak pernah lupa bagaimana cara menyanjung ku
mereka anggukkan kepala,jiwa pun kagum

bulan terbahak aku tak jua terbangun
iblis merajam aku tetap merenung
di beranda merah muda aku termangu
tersipu malu aku tak tahu malu

Sigit Prammono
Januari 24
Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Sabtu, Januari 28, 2012

Nyanyian Pagi

Nyanyian pagi dihantarkan oleh kesepian
semerbak aroma mu melekat hebat di batas kebodohan
menggelantung manja di pundak ku membosankan
ketika hari ini mahluk itu turun tawarkan peraduan

... ku sulam silam yang nyaris usang terlupakan
cita-cinta sang pemimpi yang menyudut tenang
masih hitamkah langit yang tertawan ?
ku dengar lantang batin yang menanyakan

menyulam silam

Sigit Prammono
January 24
Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Sabtu, Januari 28, 2012

Ku Lihat

ku lihat kau menuruni Daaruka Muqoomah wahai jelita
diantara bayangan 100 tahun thuba yang menaunginya
di atas Arsy Ar Rahman kau enggan menyapa
di pagi ini pun rindu ulangi kesalahan yang sama

... di pelupuk ksah terbentang misik dua dunia
bersama kita teguk secawan salsabil diwajahnya
angin bertanya milik siapakah istananya ?
dan ku kira aku lah orangnya

“ku kira aku lah orangnya”

Sigit Prammono
January 24
Kontributor/Penyair:
Dipublikasi Pada: Sabtu, Januari 28, 2012