Mereka; tokoh yang berperan di dunia sastra Indonesia. Dan Indonesia diharapkan punya seorang bahkan banyak sosok yang bisa meneruskan mereka. Lantang dan berani. Dan semoga itu kami. Dan sekali lagi, ayo kita berjuang, karena kita adalah amunisi bangsa.

Waktu

WAKTU tlah tertunduk membaringkan rindu
.
Waktu yg telah lalu sempat memberiku isarat hati tentang tangisan IBU PERTIWI
.
Derai hujan yg membanjiri, tak mampu padamkan api semangat di hati kami
... .
Mereka memegang kendali dgn KUASA dan MATERI
.
KEADILAN berdiri di tiang UNDANG-UNDANG,pun sanggup mereka beli
.
Ku tertunduk kecewa dan ku tulis dari ujung pena
.
Jeritanku seakan makin lantang memekak di balik jiwa
.
Wahai sang pemegang kuasa
.
Dengarlah rintihan jiwa sang pempertahan jiwa
.
Kau makan nyawa kami dari sesuap nasi
.
Kau injak harga diri kami demi secuil ambisi
.
Kau terpilih karena KAMI
.
Dan KAU mampu melukis buih'pun karena kami
.
Dengarlah suara kami dlm hatimu
.
Rasakan desah nafas KAMI di dlm ambisimu
.
Kau pengabdi rakyat yg tlah menginjak rakyat
.
Kembalikan negri kami yg berdaulat
.
Jika tiada mampu maka turunlah
.
Andai tiada sanggup maka mundurlah
.
NEGERI INI MILIK KAMI
mengapa engkau jual
.
BANGSA INI milik kami
lantas kenapa engkau hancurkan
.
kami bersaksi di tiap keterkutukkanmu
.
Dan kami bersaksi di tiap kejahatanmu


Latif Maulana Kahlil Gibran
January 23